Rangkaian Pemira Ketua PPI Jepang periode 2009-2010 telah sampai pada puncaknya. Mulai tanggal 25 Juli 2009 hingga Agustus 2009 pemungutan suara akan dilaksanakan.
Bagi rekan-rekan yang memikili hak pilih, silahkan login dan gunakan hak pilih anda sebaik-baiknya...
Assalamu`alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera, Saya sudah mengenal saudara Farid Triawan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jepang. Farid Triawan adalah orang yang sangat berwawasan dan mempunyai target dari setiap hal yang dia lakukan. Hal ini terbukti dengan sepak terjang dia ketika menjadi Ketua PPI Tokodai 2007-2008 dimana dia tidak saja aktif di organisasi PPI Tokodai sendiri tetapi juga aktif di luar Tokodai dan bahkan di Tokyo Tech International Student Association (TISA). Sehingga tidaklah heran apabila banyak Profesor di Tokodai menghormati dia. Dia juga mempunyai hubungan yang sangat baik dengan pihak Kedutaan. Insya Allah, saya yakin dengan kepemimpinan Farid Triawan PPI Jepang dapat menjadi PPI yang mampu "melayani rakyatnya" dari Hokaido sampai Okinawa. Saya dukung dan tunggu gebrakan dia sebagai Ketua PPI Jepang berikutnya. Wassalam.
Minggu, 7 Desember 2008, Persatuan Pelajar Indonesia-Kanto (PPI-Kanto) bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia Tokyo Institute of Technology (PPI-Tokodai) dengan sukses menyelenggarakan MOMIJI II di Kamakura dan Kita-Kamakura. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 orang termasuk Ketua PPI Kanto : Suryanegara dan Ketua PPI Tokodai : Teddy Ardiansyah. Kemudian turut juga kedua anak dari Mas Danang yaitu Dhyani dan Johan yang menjadi penantang tergigih di Momiji kali ini. Kerasnya rute perjalanan Momiji yang melalui perbukitan kamakura, tidak mematahkan niatnya mengikuti Momiji ini.
” GOHYAKUEN JUPPON NI NARIMASU ! GOHYAKUEN JUPPON NI NARIMASU! “
Rasanya tak berhenti saya tersenyum bangga ketika mengingat kembali yell-yell yang diteriakkan oleh warga kampung tokodai di hari minggu kemarin.. Kebersamaan yang dibungkus oleh Kekompakkan begitu kental terlihat dalam 3 hari terakhir perjuangan PPI Tokodai di Koudaisai 2008 ini
Dimulai dari hari Jumat tanggal 24 Oktober.. Pagi itu, saya menyaksikan dengan mata dan kepala sendiri, semangat antusias dari para anak bangsa yang rela bangun pagi dan turun ke medan pemotongan daging dengan berbekal pisau di tangan kanan, dan talenan di tangan kiri..Rasa kantuk tidak membuat semangat mereka luntur untuk menyambangi 2 pusat pemotongan daging yaitu di miyamaedaira dan Nagatsuta. Semangat mereka terus berkobar seiring dengan mengalirnya darah sayatan sang ayam dan kambing yang tidak ada apa-apanya dibanding darah yang mengalir dari pejuang kemerdekaan bangsa
Sebelum dikeluarkannya pengumuman mengenai pembukaan masa Pemilihan Lurah PPI Tokodai 2008, ada dua kekhawatiran yang sempat muncul. Pertama mengenai rendahnya tingkat partisipasi warga, kedua mengenai ketiadaan calon lurah yang bersedia maju ke gelanggang. Berbagai metode dipikirkan untuk mengatasi hal tersebut, termasuk memetakan kira-kira siapa yang akan maju dan kubu-kubu pendukungnya.
Ternyata sejak dibukanya Pemilihan Lurah yang dibuka per 4 September dg pengumuman Komisi Pemilihan Lurah Tokodai 2008, peta yang coba direka-reka tadi hanya valid hingga penutupan masa pengajuan calon lurah baru (16 September). Setelah itu, tidak bisa diprediksi sama sekali akan mengarah ke mana suara warga. Akibatnya, hingga sebelum suara terakhir diterima (19 Oktober), masih belum bisa diprediksi siapa yang bakal terpilih.
Walhasil, metode yang sudah direncanakan pun mengalami sedikit perombakan guna menyesuaikan dg dinamika perpolitikan di kampung ini.
Ya, dinamis. Itulah kata kuncinya. Dinamika itu pulalah yang membuat KPU berulang kali membuat posting (10 kali termasuk klarifikasi, tidak termasuk surat suara via japri, hampir menyaingi postings calon-calon lurah) disertai kekhawatiran akan direvisinya pengumuman itu lagi. Saking dinamisnya situasi yang berkembang di seputar pemilihan tersebut.
Sekali lagi menekankan, bahwa dinamika tersebut tidak saja via posting di milis, tetapi juga email-email via japri, kontak-kontak lisan, maupun surat suara yang masuk.
Dari surat suara yang masuk, sama sekali tidak representatif dengan gembar-gembor posting pemilihan lurah di milis. Hal itu pula yang membuat bahkan KPU dan lurah incumbent -yang sempat memetakan calon dan kubu-kubunya sebelum masa pemilihan- tidak bisa lagi memperkirakan calon mana yang bakal unggul. Karena, calon yang diusung oleh beberapa warga saja, ternyata sempat memimpin perolehan suara meninggalkan -meski tidak jauh- kedua calon lainnya.
Sayangnya, segala hal yang berkaitan dengan surat suara ini, termasuk yang paling menarik adalah pergerakan dukungan terhadap calon-calon lurah, hanya KPU dan Lurah incumbent saja yang tahu. Dan ini, akan tetap dijaga seperti ini. Oleh karenanya, beberapa email epilog seperti ini coba diposting untuk berbagi gegap-gempitanya pemilihan lurah tahun ini, sekaligus sebagai lesson-learned penyelenggaraan pemilihan lurah ke depan.
salam demokrasi..!!
Komisi Pemilihan Lurah 2008
—————————————————————————
Salam demokrasi… !!
Masa pengajuan bakal calon (balon) lurah PPI Tokodai 2008-2009, 6 – 16 Sept, hanya diwarnai oleh 13 warga yang berpartisipasi dalam mengajukan nama-nama balon. Dari ke-13 warga tadi, muncul 14 nama balon yang akhirnya tinggal 3 calon yang tetap melanjutkan bertahan di gelanggang.
Meski sempat ada polemik mengenai pencalonan KPU di bursa calon lurah, tetapi sebuah fakta pentingnya adalah KPU sendiri ternyata hanya muncul sebanyak 4 kali dari pilihan warga yang mengajukan tadi. Sementara calon terkuat disebut sebanyak 8 kali. Disamping itu, masih ada calon lain yang disebut sebanyak 4 kali bahkan ada yang sampai 7 kali meski akhirnya bakal calon dengan 7 kali penyebutan tersebut memutuskan mundur.
Boleh dikata sekali lagi, polemik yang gegap gempita di milis ternyata sama sekali tidak mencerminkan aspirasi sesungguhnya dari warga kampung PPI Tokodai. Ini pulalah yang menjadikan pergerakan dukungan tiap calon lurah benar-benar *unpredictable* . Yang menarik lainnya, calon yang disebut paling sedikit ketika maju ke gelanggang, ternyata sempat memimpin tipis perolehan suara. Tipisnya perbedaan suara antara satu calon lurah dengan lainnya juga menjadi hal yang menarik. Apalagi calon lurah bersuara terbanyak hanya beda 2 (dua) suara saja dengan yang mengikuti di belakangnya. Benar-benar persaingan yang ketat dan susah diperkirakan pemenangnya hingga penutupan masa pencoblosan (19 Oktober) lalu.
Masa pencoblosan sempat diperpanjang hingga 2 kali. Pertama karena selama seminggu masa pencoblosan yg berakhir 4 Oktober, baru 13 warga saja yang menggunakan haknya. Kemudian diperpanjang 5 hari, yang berhasil menjaring 21 warga selama masa perpanjangan yang pertama ini. Karena partisipasi warga masih dibawah 50 persen, maka masukan untuk mengirimkan surat suara sekaligus reminder via jalur pribadi -seperti yang pernah dilakukan- mulai dipersiapkan. Pengiriman surat suara via japri ini berhasil menjaring 20 warga untuk memberikan suaranya dalam kurun waktu 7 hari.
Walhasil 54 suara sudah masuk ke kantong KPU yang berarti 72 persen warga berpartisipasi dalam pemilihan lurah kali ini. Sebuah semangat kepedulian yang patut diacungi jempol. Semoga pemilihan di masa yang akan datang akan lebih baik lagi dan tentunya lebih berwarna.
salam demokrasi..! !
Komisi Pemilihan Lurah 2008
—————————————————————————
Salam demokrasi… !!
Akhirnya, segenap kru yang bertugas mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah berpartisipasi dalam pemilihan lurah tahun ini. Tidak saja yang mengirimkan suaranya, tetapi juga yang “hanya” memberikan kritik, saran, informasi tanpa memberikan suaranya. Bahkan sekedar mempertanyakan kebijakan KPU. Itu menjadi pemicu tersendiri supaya KPU berjalan sebagaimana mestinya.
Terima kasih kepada para warga yang -disadari atau tidak- telah menjadi kompor pemilihan lurah tahun ini. Sangat terasa gebyar dan serunya pemilihan lurah kampung kita dengan kehadiran kompor-kompor tadi. Meski tidak terbukti representatif di kotak suara, tetapi keberadaannya membuat pemilihan lurah jadi lebih dari sekedar komunikasi-komunika si email yang membosankan.
Kiranya perlu memohon maaf juga untuk kinerja pelayanan KPU yang belum bisa memenuhi keinginan para warga sekalian. Disadari sepenuhnya bahwa sebanyak kepala warga yang dilayani, sebanyak itu pula kenginan yang muncul, tetapi sangat sulit mengakomodasi seluruhnya.
Mohon maaf untuk mereka yang pernah kurang berkenan dengan jawaban “aduh,..* mbok* lewat email atau milis saja dong..”. Atau untuk mereka yang menganggap pemilihan lurah ini sebagai hal yang sepele sehingga tidak perlu *gitu-gitu*amat untuk mengurusinya, mohon maaf kalau KPU melihatnya sebagai kerja besar yang perlu digawangi dengan tanggung jawab dan kebanggaan. Hal tersebut terutama sekali dalam menjaga akuntabilitas KPU.
Mohon maaf juga kalau keinginan warga yang tidak bisa dipenuhi untuk ikut mengetahui posisi perolehan suara tiap calon lurah. Meski akhirnya kurang bisa memberikan *greget* hingar-bingar dinamika politik warga kampung. Hanya fakta penting tentang suara saja, yakni kemenangan tipis -beda 2 suara saja- yang dicapai oleh lurah terpilih tahun ini, yang bisa dibagi kepada warga untuk menunjukkan betapa meratanya kekuatan kubu masing-masing calon lurah.
Akhirnya lagi, terima kasih kepada ketiga calon lurah yang telah bersedia terus maju hingga detik ini demi meneruskan estafet pelayanan bagi warga kampung. Tidak ketinggalan kubu-kubu pendukungnya yang jujur saja membuat KPU dan lurah incumbent sempat geleng-geleng kepala. Meski sayang, hanya KPU dan lurah incumbent saja yang bisa geleng-geleng kepala untuk masalah ini. Trilogi epilog dari KPU inilah yang diharapkan bisa membagi kekaguman pada tingginya kesadaran politik warga kampung kita tercinta.
Semoga pemilihan lurah tahun depan bisa lebih baik lagi dari sekarang. Sampai jumpa di pemilihan lurah tahun depan dan Pemilihan Umum Republik Indonesia 2009.
salam demokrasi..! !
Komisi Pemilihan Lurah 2008
—————————————————————————
Nama Lurah Terpilih PPI TOKODAI 2008/2009 :
Teddy Ardiansyah
Selamat kepada Lurah terpilih, selamat menjalankan tugas dan selamat berkarya !!!
I've saved the best part for last, l...
I've saved the best part for last, l...
I've saved the best part for last, l...
http://www.jed-afrique.org/fr/index.p...
Hello.The ruling Democratic Party of ...