PPI Tokodai

Info Kuliah

Kenapa Pilih Exchange di Jepang dan Kenapa YSEP?

Berbicara tentang exchange di Tokyo Tech, sebenarnya terdapat 2 jenis program exchange, yaitu YSEP (Young Scientist Exchange Program) dan ACAP (Academic Cooperation Agreement Program). ACAP merupakan program exchange yang lebih mengarah ke culture exchange, sedangkan YSEP adalah program yang dilaksanakan oleh Tokyo Institute of Technology itu sendiri. Berhubung saya merupakan peserta YSEP, maka tulisan ini akan lebih berfokus pada pembahasan tentang program YSEP.

Program YSEP terdiri dari 2 jenis, yaitu:

1.     YFR (YSEP Focus on Research) yang jangka waktunya 1 tahun. Program ini mengharuskan pesertanya untuk membuat paper terkait penelitian dan mempresentasikannya sebelum program ini selesai.

2.     YEJ (YSEP Focus on Experiencing Japan), program exchange dengan durasi 5 bulan. Tidak jauh berbeda adengan YFR, program ini juga mengharuskan pesertanya untuk melakukan riset dan presentasi.

Saya pribadi memilih program YEJ. Sebenarnya kedua program ini kurang lebih sama, hanya rentang waktunya saja yang berbeda. Nah, peserta yang bisa mendaftar untuk program ini adalah mahasiswa dari universitas yang punya kerjasama dengan Tokyo Institute of Technology. Kalau tidak salah, di Indonesia, universitas yang memiliki kerjasama dengan Tokyo Tech adalah UI, ITB, dan UGM saja. Oleh karena itu, informasi terkait YSEP ini saya dapatkan dari international office universitas saya sendiri, yaitu Universitas Indonesia.

Tahap-tahap untuk mengikuti program ini antara lain:

1.     Menyerahkan required documents (CV, IPK > 3.3, TOEFL >550) ke International Office atau pihak kampus kita.

2.     Wawancara. Tahapan ini dilakukan jika lolos dari seleksi di tahap dokumen.

3.     Pengajuan rekomendasi ke pihak Tokyo Tech oleh kampus kita. Lolos wawancara dari kampus kita, berarti data kita baru akan ‘diajukan’ ke pihak Titech, jadi belum tentu lolos. Kita juga harus mengisi banyak form (termasuk topik penelitian, pilih sensei, dan ambil pilihan beasiswa dan dorm) ke pihak Titech. Ingat, ambil pilihan untuk ambil beasiswa dan dorm, kecuali jika mau menghabiskan uang sendiri.

4.     Pengumuman diterima di YSEP, disusul apakah menerima beasiswa atau tidak (biasanya JASSO atau Tokyo Tech Scholarship).

Alasan mengapa saya pilih YSEP adalah karena menurut saya programnya jelas. Di program ini, kita akan bergabung ke dalam sebuah lab dan mengikuti berbagai kegiatan lab tersebut, seperti eksperimen, weekly seminar, lab cleaning, dan party. Ada juga mata kuliah dimana kita akan bergabung dan berdiskusi dengan peserta YSEP lainnya yang berasal dari berbagai universitas yang bagus-bagus. Program ini juga mewajibkan kita untuk mempresentasikan tentang penelitian singkat kita selama disini, yang menurut saya belum tentu bisa saya dapatkan di program exchange lain.

Lalu, mengapa saya memilih pertukaran pelajar ke Tokyo, Jepang? Selama 5 bulan saya di Tokyo, saya merasakan hidup di Jepang, terutama Tokyo, yang sangat nyaman. Mulai dari transportasi yang tepat waktu, baik kereta maupun bus, lingkungan yang aman, bersih, convenience store yang mudah ditemukan, dan udara Tokyo  relatif nyaman dibanding daerah Jepang lain, terutama saat musim dingin. Selain itu, ketika ingin travelling, Tokyo relatif mudah dalam hal akses ke destinasi wisata, karena Tokyo biasanya jadi first stop turis, sehingga layanan transportasi tentu lebih tersedia.

Terlepas dari itu, tentu banyak juga kendala yang saya alami saat exchange seperti kendala bahasa dan lain sebagainya. Namun berbagai kendala tersebut tentu tidak sebanding dengan pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan selama exchange. Pokoknya pengalaman exchange ini menjadi salah satu pengalaman yang sangat bermakna dalam hidup saya. Salam semangat!

 

Penulis : Liska Kristin Banjarnahor, Teknik Industri UI 2013, YSEP 2016

Editor : Maulida Bellafaransi

PPI Tokodai