PPI Tokodai

Pengalaman

Ramadhan di Jepang

Puasa Ramadhan 1439H tahun ini di Jepang bertepatan dengan awal musim panas. Konsekuensinya, waktu siang menjadi lebih lama, demikian pula dengan waktu berpuasa. Umat muslim di Jepang, khususnya Tokyo, berpuasa sekitar 16 jam, lebih lama 2 jam dibandingkan berpuasa di Indonesia. Waktu adzan subuh ketika musim panas adalah sekitar pukul 02:30, dan waktu magrib sekitar pukul 19:00.

Bulan Ramadhan sebaiknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amalan dan ilmu agama. Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang dapat dilakukan selama berpuasa di Jepang, khususnya bagi mahasiswa Tokodai di Tokyo:

Buka puasa dan sholat tarawih berjamaah di kampus Tokodai

Jamaah muslim Tokodai bersama-sama mengorganisir kegiatan ifthar (berbuka puasa) dan sholat tarawaih berjamaah rutin di kampus. Di Ookayama, kegiatan ini dilaksanakan di S3 lantai 8, sementara di Suzukakedai di gedung J2 lantai 20. Tahun-tahun sebelumnya di kampus Ookayama kegiatan ini belum rutin dilaksanakan. Tidak hanya muslim Indonesia saja, tetapi muslim negara lain pun ikut bergabung untuk ifthar dan sholat tarawih. Makanan berbuka puasa merupakan donasi dari sesama saudara muslim. Menu makanan beragam dari dari hari ke hari, baik menu Indonesia seperti es pisang ijo dan tuna balado, maupun menu makanan negara lain, seperti roti nan dan kare dari India.

Agenda Ramadhan KMII

Selama bulan ramadhan tahun ini, KMII (Keluarga Masyarakat Islam Indonesia) menyelenggarakan beragam agenda, seperti “Islamic Cultural Festival”, program Ramadhan khusus anak (pesantren kilat dan kids corner), workshop, dan tabligh akbar setiap akhir pekan. Untuk kegiatan rutin harian, Masjid Indonesia Tokyo mengadakan ifthar dan tarawih berjamaah setiap hari. Biasanya ketika tabligh akbar akhir pekan, jamaah muslim yang datang lebih banyak, lebih dari 100 orang. Tabligh akbar diisi oleh da’i Indonesia yang telah lama tinggal di Jepang, maupun da’i yang sengaja diundang dari Indonesia ke Jepang. Agenda Ramadhan yang terpusat di SRIT (Sekolah Republik Indonesia Tokyo) tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahim memperkuat ukhuwah persaudaraan muslim di Jepang.

 

Penulis: Sita Rahmani
Credit picture: FB Midori Tokodai